Senin, 07 Juni 2010
Kebangkrutan Pemimpin Arab Menghadapi Israel?
Sabtu, 07 Februari 2009
Sebenarnya bagaimanakah sikap Mesir terhadap tragedi Gaza?
Persatuan Pengacara Arab Tuduh Mesir Lepas Tangan Masalah Palestina
[ 06/02/2009 - 03:17 ]
Gaza-Infopalestina : Persatuan pengacara Arab menganggap, persyaratan Husni Mubarak untuk membuka perlintasan Rafah adalah bukti penerimaan negera tersebut atas dikte Zionis. Mereka menuduh Mesir telah berlepas diri dari kewajibannya menengahi konflik Arab-Israel. Mesir sengaja membiarkan rakyat Palestina mati karena kelaparan, sakit, atau dibantai serdadu Zionis.
Wakil Sekjen Persatuan Pengacara Arab, Abdul Azim Al-Maghribi dalam pernyataanya Jum’at (6/2) mengatakan, keputusan pemerintah Mesir yang menutup perlintasan Rafah setelah gagalnya pembicaraan di Kairo dengan gerakan Hamas terkait gencatan senjata Zionis menjelaskan bahwa pembukaan perlintasan Rafah berada pada tangan Hamas dan faksi-faksi perlawanan, dengan syarat mereka harus menerima persyaratan dari Zionis. Keputusan ini tentu tidak akan diterima dan dibenarkan dengan dalih apapun.
Ia menambahkan, pemerintah Mesir telah salah dalam sikapnya sebagai penengah dalam masalah perlintasan yang sudah disepakati pada tahun 2005 lalu antara Israel, pemerintah Palestina dan Uni Eropa. Ia mengatakan, Mesir tidak komitmen terhadap kesepakatanya. Karena Mesir bukanlah pihak yang terpisah dalam masalah ini. Dan ia tidak akan pernah komitmen dalam masalah ini.
Al-Magribi menambahkan, kesepakatan perlintasan tahun 2006 telah berakhir. Menurut undang-undang internasional, Mesir harus komitmen terhadap perjanjian tersebut dengan menganulir kesepakatanya terkait pembukaan perlintasan. Di saat justru satu setengah juta warga Gaza diambang kematian secara perlahan. Padahal Hamas telah setuju untuk bersama-sama pemerintah dalam mengatur perlintasan Rafah.
Ia menganggap kesepakatan Kamp David antara Kairo dangan Israel telah mengeluarkan Kairo dari konflik Arab-Zionis sekaligus peranya sebagai pemimpin Arab.
Ia menegaskan, pemerintah Mesir saat ini tidak merepresentasian sikap rakyatnya, apalagi bangsa Arab. Kairo saat ini hanya sebagai pelaksana dari poros Negara Arab Arab moderat yang dibentuk Amerika dan Zionis. Termasuk di dalamnya Yordania dan Saudi Arabia dalam menghadapi Iran dan Hizbullah di Suriah beserta Hamas di Palestina.
Al-Magribi membantah bila Mesir independent dalam sikapnya. Ia menyatakan, Mesir justru condong presiden yang sudah habis masa jabatany (Mahmud Abbas). Sangat memalukan bila Mesir menghalang-halangi masuknya bantuan ke Gaza yang melalui perlintasan. (asy)
Mesir Tahan Bantuan Pangan, Obat-obatan dan Darah ke Gaza
[ 07/02/2009 - 07:24 ]
Arisy – Infopalestina: Pada saat Jalur Gaza sangat membutuhkan bantuan bahan pangan dan medis setelah agresi Zionis Israel, pada saat Negara penjajah Israel dengan leluasa meloloskan sebagian bantuan untuk memperindah wajah buruk terorismenya, Negara saudara Palestina, Mesir, menghalangi masuknya bantuan dari Negara-negara Arab ke Jalur Gaza.
Ketua Asosiasi Dokter Aljazair, Dr. Baqat Barkani mengatakan, “Puluhan dokter yang dikirim ke Jalur Gaza butuh bantuan solidaritas setelah ditahan otoritas Mesir di Arisy. Darah yang dikirim dari Aljazair rusak karena tidak adanya sarana peralatan untuk menyimpan. Ini adalah kerugian kedua yang dialami Arab akibat kelemahan mereka menolong rakyatPalestina. Orang-orang Aljazair mendapati diri mereka “diborgol” karena melakukan solidaritas terhadap Palestina di satu sisi dan terbantai dengan penolakan otoritas Mesir masukanya bantuan ke Jalur Gaza di sisi lain. Banyak pihak mempertanyakan nasib bantuan ini dan bagaimana caranya memberikan bantuan yang jauh dari orang Mesir.”
Dia menambahkan, “Mesir bertanggung jawab atas rusaknya obat-obatan, bahan pangan dan darah yang hendak diberikan kepada korban luka akibat agresi Zionis Israel di Jalur Gaza. Darah yang merupakan donor dari warga Aljazair untuk membantu korban agresi, ini jumlahnya sangat banyak. Namun semua tertahan di gudang Mesir di Arisy hingga rusak.”
Sejumlah aktivis solidaritas Arab dan warga di kot Arisy, Mesir, mengatakan berton-ton bantuan pangan rusak karena ditahan terus-menerus oleh dinas keamanan Mesir dan tidak diperbolehkan masuk ke Jalur Gaza. Meskipun mereka tahu bantuan pangan tersebut rusak atau hampir rusak. Para aktivis solidaritas menjelaskan bahan pangan tersebut tidak diletakan atau disimpan dalam gudang khusus atau diberikan pendingin untuk bahan pangan khusus yang membutuhkan pendingin pada derajat suhu tertentu agat awet.
Sementara itu para aktivis solidaritas yang pulang dari Jalur Gaza, setelah Mesir meminta mereka keluar secepatnya dari saja dengan dalih mencemaskan nyawa mereka, bahwa warga Jalur Gaza sangat membutuhkan pada bantuan bahan pangan yang ditahan di kota Arisy, Mesir. Sejumlah aktivis mengecam penahanan bahan pangan oleh Mesir, pada saat penjajah Israel bisa meloloskan masuknya sebagian bantuan bahan pangan ke Jalur Gaza melalui pelintasan mereka. (seto)
Tim Juru Runding Hamas Ditahan Pihak Keamanan Mesir
[ 05/02/2009 - 02:50 ]
Perlintasan Rafah yang menghubungkan antara Mesir dan Jalur Gaza
Rafah – infopalestina; -Sumber-sumber Palestina terkait hari ini, Kamis (5/2) menyebutkan bahwa pemerintah Mesir di perbatasan Rafah, antara Mesir dan Palestina, menahan tim juru runding Hamas. Tim ini adalah yang ditugaskan untuk mengadakan perundingan soal gencatan senjata di Kairo.
Sumber-sumber tersebut menjelaskan bahwa tim juru runding ditahan selama satu setengah jam di perbatasan. Pihak keamanan perlintasan juga menggeledah tas pribadi milik tim. Dan sejak berita ini ditulis, tim yang ditahan ini tidak tahu kenapa mereka harus ditahan. “”Tim juru runding sudah mengontak para pejabat Mesir di Kairo dan mereka menjanjikan akan membebaskan. Namun hingga kini belum ada tindakan konkrit dari pejabat Mesir itu,” demikian tambah sumber-sumber kepada infopalestina.
Sekedar informasi, selama ini tim juru runding Hamas yang mengadakan perundingan dengan pejabat Mesir tentang gencatan senjata, saat keluar masuk perlintasan Rafah, belum mendapatkan kendala apa-apa. (AMRais)
Mesir Tutup Rafah dan Cegah Delagasi Masuk Jalur Gaza
[ 05/02/2009 - 01:14 ]
Rafah – Infopalestina: Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa pihak berwenang Mesir telah menutup perbatasan Rafah pada Kamis pagi (5/2) lintas perbatasan Rafah (selatan Jalur Gaza) padahal pasien, dokter dan delegasi masih membutuhkan perlintasan itu Jalur Gaza. Ini terjadi di tengah blockade Israel terhadap wilayah tersebut.
Sumber local mengatakan pihak berwenang Mesir hari ini menghalangi delegasi dan asing memasuki Gaza melalui perlintasan Rafah. Mereka yang dilarang terdiri dari 42 anggota orang yang terdiri dari dokter, aktifis HAM dan relawan bantuan tanpa pemberitahuan penyebabnya.
Sejumlah delegasi yang tiba di Jalur Gaza menceritakan bahwa Mesir menulis sejumlah perjanjian dari para delegasi yang masuk untuk tidak tinggal di sana setelah tanggal 5 Februari.
Keputusan Mesir ini dilakukan pada saat saat sejumlah pihak internasional menyampaikan permintaan, khususnya badan kemanusiaan agar Mesir mengakhiri blockade terhadap Jalur Gaza, khususnya setelah agresi Israel ke sana serta membuka seluruh gerbang perlintasan secara penuh dan permanent, terutama perlintasan Rafah di Mesir. (bn-bsyr)
Mesir Hancurkan 13 Terowongan di Perbatasan Gaza
[ 03/02/2009 - 11:15 ]
Gaza/Paltimes – Infopalestina: Sumber-sumber Palestina dan warga Palestina di dekat perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir mengatakan otoritas Mesir, Senin (02/01), meledakan lebih dari 10 terowongan yang menghubungkan tanah Mesir dengan Jalur Gaza. Sebelumnya pemerintah Mesir telah memasang kamera di sepanjang perbatasan dengan Gaza.
Ratusan terowongan tersebar di sepanjang perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza. Terowongan ini digunakan orang-orang Palestina untuk memasukkan bahan makan agar mereka bisa menghadapi blockade yang mencekik mereka. Selama agresi ke Jalur Gaza, pasukan Zionis Israel telah menghancurkan separoh dari terowongan yang ada.
Warga Palestina dekat perbatasan memperkirakan jumlah terowongan yang diledakan otoritas Mesir sebanyak 13 terowongan. Mereka mengatakan mendengar bunyi ledakan berturut-turut akibat peledakan tersebut.
Sumber-sumber Palestina mengatakan, pihak keamanan Mesir memperketat prosedur keamanan dan sengaja meledakan terowongan-terowongan tersebut begitu diketahui.
Langkah ini terjadi sehari setelah pihak Kairo memasang kamera pemantau dan alat peringatan di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza, sebagai upaya untuk memerangi menyebarnya terowongan yang dikatakan Tel Aviv sebagiannya digunakan untuk menyelundupkan senjata ke Jalur Gaza. (seto)
Mesir Tolak Buka Perbatasan Rafah
Oleh: Tim dakwatuna.com
dakwatuna.com- Jakarta - Salah satu misi kunjungan Hidayat Nur Wahid bersafari ke Timur Tengah adalah melobi pemerintah Mesir untuk membuka pintu Rafah. Namun misi itu gagal, bahkan Presiden Mesir Husni Mubarak menolak memenuhi undangan pertemuan dengan Ketua MPR-RI dan 13 pemimpin negara Arab.
“Kami berusaha menemui Presiden Mesir, namun beliau tidak bersedia ditemui dengan alasan waktunya tidak tepat,” kata Hidayat di Kantor DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (9/1/2009).
Namun demikian beliau berhasil mengadakan pertemuan langsung dengan 13 pimpinan negara-negara Timur Tengah. Hasil pertemuan adalah kesepakatan melanjutkan lobi dan tekanan pada pemerintah Mesir agar bersedia membuka pintu perbatasannya dengan Palestina di Rafah bagi para sukarelawan kemanusiaan.
Perbatasan Rafah merupakan satu-satunya jalur menuju Palestina yang tidak dijaga oleh militer Israel. Oleh karenanya jalur ini menjadi harapan para sukarelawan dari segala penjuru dunia untuk bisa menyampaikan bantuan mereka pada rakyat Palestina.
Sayangnya pihak Mesir berkeras tidak bersedia membuka gerbang Rafah kecuali ada persetujuan dari pihak Israel. Tanpa ada jaminan keselamatan dari Israel, maka gerbang Rafah tetap tertutup baik bagi warga Palestina yang berusaha keluar dari blokade atau masuknya bantuan kemanusiaan dari berbagai penjuru dunia ke Jalur Gaza.
Sementara itu puluhan aktivis Persaudaraan Muslimah Indonesia (SALIMAH) menggelar unjuk rasa di kedutaan besar pemerintah Mesir.
Wiryaningsih, ketua umum Persaudaraan Muslimah Indonesia, mengatakan Mesir tidak kunjung membuka perbatasannya di Rafah bagi para sukarelawan untuk memasuki Palestina. Alasannya daerah perbatasan yang dijaga tentara Mesir dan PBB tersebut juga tidak luput dari serangan udara Israel.usai diterima perwakilan Kedutaan Besar Mesir di kantor Kedutaan Besar Mesir, di Jl Teuku Umar, Jakarta, Jumat (9/1/2009).
“Pintu itu ditutup karena sering terjadi serangan udara di perbatasan. Tapi mereka bilang 6 bulan terakhir sudah mengirim bantuan lewat perbatasan itu,” ujar dia mengutip jawaban yang dia terima.
Menurutnya, prioritas utama pada sukarelawan ini adalah menyelamatkan ratusan anak-anak dan perempuan korban serangan militer Israel. Sejumlah spanduk menuntut penyelamatan anak-anak Palestina dibawa dalam unjuk rasa yang berlangsung tertib ini.
Ketika dunia, tanpa kecuali mengutuk serangan biadab Zionis Israel, bahkan negara sosialis, Venuzuela mengusir dubes Israil berikut pegawainya, mengapa Mesir masih tutup telinga dan tidak mau membuka pintu Rafah? Setiap umat yang masih mempunyai hati nurani hendaknya tergerakkan untuk membantu korban perang, anak-anak yang tidak berdosa, wanita yang tidak berdaya. Segera buka pintu perbatasan Rafah wahai penguasa Mesir! (detik/ut)
Jumat, 06 Februari 2009
Keajaiban Syuhada Gaza
Dr. Muawiyah Hassanein, Direktur Ambulan Darurat dan Departemen Kesehatan di Gaza menceritakan:
“Para syuhada yang meninggal berhari-hari dan berminggu-minggu masih menorehkan darah segar dari tubuhnya. Kami dan semua orang di sini sangat terkejut.”
Syahid ‘Iyan berkata: “Saya menyaksikan orang yang gugur syahid tersenyum, meskipun kondisi tubuhnya hancur, lagi juga darahnya masih segar.”
Seorang dokter yang bertugas di Gaza sedang menerima korban dari salah satu pasukan Al Qassam, ia terkena peluru di dadanya. Sang mujahid ini tidak lupa menaruh mushhaf Al Qur’an dan buku wirid harian di sakunya. Ia selamat karena peluru terpental dan Al Qur’an pun masih utuh. Sekarang ia sudah sembuh, wal hamdulillah.
Abu Qudamah, salah seorang komandan lapangan Hamas di wilayah Timur Az Zaitun, Kota Gaza bercerita:
“Saya dan beberapa pejuang sedang menunggu kesempatan untuk menyerang tank-tank Israel. Kami berdoa agar Allah menurunkan tentara-Nya dari langit membantu kami. Seketika tanpa ada pendahuluan turunlah awan tebal menyelimuti wilayah kami. Kami masuk di antara puluhan tank-tank itu tanpa diketahui oleh musuh dan tidak bisa dilacak oleh pesawat-pesawat pengintai yang lalu-lalang di udara. Kami mampu meledakkan tangki tank-tank itu, 5 tentara Israel tewas dan puluhan luka-luka.”
Ketika pesawat-pesawat Israel membombardir di salah satu kota Gaza, turunlah hujan lebat di wilayah itu saja, tidak dilainnya, yang menyebabkan pesawat-pesawat itu mengalami kendala terbang berjam-jam dan tidak bisa melanjutkan pembombardirannya.
Dua orang dokter berkebangsaan Yordania bertugas di Gaza sedang bercakap dengan sekelompok mujahidin:
“Kami sedang mengawasi gerak-gerik tentara Israel dari lantai dua, mereka ingin masuk ke dalam. Karena salah seorang mujahidin dari kami telah memasang ranjau di pintu masuk, meledakkalah ranjau itu bersamaan tewasnya tentara Israel. Mendengar serangan itu, tentara Israel yang lain mengepung bangunan kami, terjadilah pertempuran sengit sampai jam dua pagi. Jam dua kami ketiduran sampai jam lima pagi. Kami bangun untuk melihat situasi, ternyata tentara Israel telah hengkang.”
Syaikh Abu Bilal di perkemahan Rafah berkata:
“Kamu jangan mengira bahwa orang yang gugur di jalan Allah itu mati, mereka bahkan hidup, tapi kamu tidak mengetahui.” Al Baqarah:154. Mereka para syuhada diposisikan setelah derajat orang-orang yang benar imannya dan sebelum orang-orang shaleh di dalam Al Qur’an. Allah swt. berfirman:
“Barangsiapa menta’ati Allah, dan Rasul, mereka bersama orang-orang yang Allah beri nikmat kepada mereka, di antara mereka para nabi-nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Merekalah sebaik-baik teman.” An Nisa’:69-70. Beliau menambahkan bahwa “Jasad para syuhada masih segar, karena ruh mereka layaknya memakan buah di syurga, ini juga yang menyebabkan semerbaknya bau wangi misk. Darah masih segar, janggut tumbuh. Sebagian syuhada yang dua tahun lamanya, atau berpuluh tahun bahkan beradab-abad tidak rusak jasadnya dan tidak dimakan oleh mikrobat dan cacing tanah.”
Wangi semerbak minyak kesturi juga keluar dari jasad prajurit Al Qassam, Muhammad Abu Sya’r. Dia termasuk bagian korban serangan bom pesawat Israel. Bau harum itu tercium oleh orang yang menemukannya, kabar kesyahidannya tersebar ke pelosok masjid. Para pemuda masjid berbondong melihatnya. Mereka bertahmid, bertahlil dan bertakbir mengangungkan Asma Allah atas keajaiban para syuhada.
Tenaga medis menceritakan, kami berangkat untuk menolong orang yang luka-luka di sebelah Utara Gaza, ketika itu tentara Israel menembaki sekeliling kaki kami. Kami katakan: “Kenapa kalian melakukan ini, kami bukan tentara, kami tidak bawa senjata apalagi bom.” Salah seorang tentara Israel berteriak: “Kalian orang Arab, kalian memakai pakaian putih, kalian malaikat, kalian berperang bersama Hamas.”
Salah seorang tentara Israel sedang diwawancarai oleh media Israel, ia mengatakan kehilangan penglihatannya gara-gara melihat seorang pemuda yang memakai baju putih, melemparinya dengan segenggam debu, seketika itu saya buta.
Tentara yang lain menceritakan, bahwa pejuang perlawanan memancing mereka dalam banyak pertempuran laksana memancing ayam dan itik.
Pengakuan tentara Israel yang lain, ia melihat banyak tentara Israel terluka dan ditembaki dari arah kanan dan kiri, namun tidak ditemukan dan tidak diketahui dari mana tembakan itu berasal.
Sejumlah wartawan yang meliput perang di Gaza menceritakan, kami bersembunyi dari bombardir. Ketika situasi reda, kami dikejutkan oleh seorang yang keluar dari puing-puing reruntuhan bangunan sembari membawa roket, ia salah satu mujahidin pelontar roket yang menghadang kekuatan penjajah. Ia hadir dan menyelinap sekejap, laksana ditelan bumi.
(Ulis Tofa, Lc)
Palestina 1945 - 2000
Rabu, 04 Februari 2009
Hamas, Apa itu Hamas!

Penulis tidak menolak menamakan era saat ini dengan periode Hamas. Bahkan banyak sejarawan kita yang melupakan pemerintah-pemerintah yang ada dan mengenalkan periode sekarang sebagai periode munculnya Jamaah Hamas. Jamaah yang mengemban tugas membebaskan Palestina dari orang penjajahan
Apa itu Hamas
Mereka adalah orang-orang yang membawa nyawa mereka di pundak mereka, berjihad di jalan Allah dan tidak takut dan gentar terhadap celaan siapapun.
Mereka adalah orang-orang tugas utamanya membebaskan tanah yang diberkahi Allah untuk semua alam. Orang-orang yang membuang dunia dan hidup di bawah bombardier senjata api, blockade kawan dan lawan. Kalau mau, mereka akan meninggalkan negari mereka dan warganya, kemudian hidup secara individualistic, mereka akan memiliki harta yang banyak. Namun surga telah memenuhi pikiran dan hidup mereka.
Mereka adalah kaum yang mengorbanankan nyawa para pimpinannya yang enggap hidup di istana seperti kebanyakan pemimpin Arab sementara rakyatnya mengalami derita blockade dan pesakitan.
Mereka adalah orang-orang yang membawa Al-Quran dan As-Sunnah, membaca sejarah dan kenyataan, dan memahami arti dari jihad dan perdamaian, dan hukum-hukum perang dan perdamaian, dan mekanisme yang berjuang dan negosiasi, dan memahami cara untuk mengambil factor-faktor dengan tetap penuh tawakal pada Allah. Mereka adalah orang-orang yang membawa misi mengangkap kepala umat Islam, mengembalikan kehormatan mereka yang terampas dan harga diri yang hilang. Semoga Allah membalas mereka dengan balasan yang baik.
Demi Allah, saya bahagia hidup di jaman mereka. Setiap kesedihan merasuk di dalam diri atau luka di belahan bumi Islam lain, kemudian saya khawatir untuk putus ada dan gagal, saya membaca sejarah Hamas dan realitas yang mereka hadapi. Kemudian saya bersemangat kembali. Saya kembali berbahagia dan bersemangat, dan produktif.
Hal ini akan selalu terjadi ketika kita membaca kisah-kisah mujahidin, kaum pengubah dan ulama. Semangat itu pulih ketika kita menelaah kehidupan Alib Arslan, Nouruddin Mahmud, Salaheddin Al-Ayubi, Mudlaffar Qutz, ketika meninjau perikehidupan di Al-Bukhari dan Muslim, Asy-Syafei dan Ibnu Hanbal dan Ibnu Ezz Abdel-Salam, Ibnu Taymiyah.
Hal ini juga terjadi ketika belajar kehidupan Ahmed Yassin dan Rantisi, Abu Shanab, Akl, Yahya Ayyash, Hamas dan Al-Zahar, Hamas dan lain-lain, dan pahlawan umat lainnya.
Ini tidak berarti mereka adalah orang-orang tanpa kesalahan, atau mereka makshum (terjaga dari kesalahan) seperti para nabi. Saya tahu bisa benar bisa salah, bisa berhasil bisa gagal, namun tetap pada akhirnya mereka adalah pertama di kening umat Islam. Saya sedih ketika media-media cetak dan elektronik melakukan perang opini menyerang jamaah ini. Bahkan di media Yahudi saja tidak seperti itu. Banyak tudingan dan kebohongan atas mereka.
Saya sedih tapi tidak terkejut.
Sebab suatu periode dan tempat tidak akan bebas dari orang-orang munafik.
Orang-orang munafik adalah orang-orang dengan nama Islam, dan tinggal di negara-negara Muslim, melakukan beberapa ritual shalat dan puasa, tetapi mereka membawa kedngkian dalam hati melebihi kedengkian Yahudi, Kristen dan atheists
terhadap umat Islam sendiri. Orang-orang kafir telah nyata-nyata memerangi orang mukmin. Namun orang-orang munafik licik untuk menyatakan hal itu. Karenanya mereka bingung dan plin-plan. Mereka shalat tapi benci kepada orang shalat, syahadat tapi membenci orang bertauhid, hidup di negeri muslim namun ingin negerinya jatuh di tangan musuh Islam.
(bersambung)
Senin, 02 Februari 2009
Masjid Al-Aqsha
Kota Al-Quds telah hilang di tangan Arab sendiri sebelum yang lain melakukanya. Jika salah seorang diantara kita membawa gambar Masjid Qubbah Sakhra yang berwarna keemasan kemudian berkeliling kepada ribuan murid-murid sekolah di Arab. Pasti sebagian besar dari mereka tidak tahu nama gambar tersebut. Ditakdirkan ada yang tahu mereka pasti mengatakan bahwa gambar tersebut adalah masjid Al-Aqsha.
Di sejumlah
Jika bangsa Yahudi ingin menghancurkan kedua masjid tersebut secara bersamaan, mereka hanya akan berbicara tentang penghancuran Masjid Al-Aqsha saja dan membiarkan masjid Qubbah Sakhra bagi bangsa Arab dan kaum muslimin.
Dan ketika tidak tersisa lagi bagi kita kecuali Qubbah Sakhra yang berwarna keemasan, maka dengan sendirinya kita akan menerima penggantian dari
Al-Quds yang ada dalam ingatan kebanyakan orang disimbolisasikan dengan Qubbah Sakhra. Sementara Qubbah Sakhra masih ada, belum hencur. Yang hancur dan hilang adalah Masjid al-Aqsha. Sementara al-Aqsha tidak dikenal oleh kebanyakan generasi saat ini.
Hingga para syaikh kita, semoga Allah mensucikan mereka dan tentu dengan niat yang baik dari mereka berkata, semua areal al-Haram adalah al-Aqsha. Dengan perkataan itu para ulama itu ingin menegaskan bahwa semua tempat di
Masjid al-Aqsha terancam hilang. Oleh karena itu seluruh aksi, partai politik, koran, majalah, media cetak, media elektronik, para pencetak gambar atau siapa saja hindarilah gambar al-Aqsha sebagai pengganti al-Quds. Semua pihak diharapkan berhenti menggunakan gambar Qubbah Sakhra sebagai lambang al-Quds. Kami berharap semua nya menggunakan gambar Masjid Al-Aqsha atau areal al-Haram al-Quds ketika berbicara tentang al-Quds. Penghilangan gambar al-Aqsha oleh bangsa Arab dan dunia sebagai bentuk prahara terhadap hak-hak legal Palestina. Terutama karena wilayah tersebut bukan hanya milik Palestina secara makna. Karena al-Quds merupakan kiblat pertama bagi ummat Islam dan al-Haram ketiga setelah Makkah dan Madinah. Al-Aqsha kedudukanya seperti Ka’bah al-Musyarafah dari sisi kesucianya.
Bagaimana mungkin ummat Islam dapat membebaskan
Sebagian kaum muslimin membawa paspor
Bagaimana bisa sebagian uang bangsa Arab justru dipakai
Jika dunia berkonspirasi terhadap kita, maka setengah konspirasi itu oleh sebab kita sendiri. Di antara kewajiban kita hari ini adalah mengingatkan siapa saja yang melupakan
Oleh : Mahir Abu Thair
Harian Dustur Yordania (
We Will Not Go Down (Song for Gaza)
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
(Download MP3)
Minggu, 01 Februari 2009
Mengapa Zionis-Israel Ngotot Hancurkan Masjid Al-Aqsha?
Selasa, 6 Februari 2007, Zionis-Israel telah secara terang-terangan memulai proyek penghancuran Masjidil Aqsha yang merupakan masjid tersuci ketiga bagi umat Islam sedunia.
Jika sebelumnya kaum Zionis ini melakukan hal tersebut secara diam-diam, bahkan menyangkalnya dengan berbagai dalih, namun di hari kedua bulan Februari ini mereka telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka memang berniat menghancurkan masjid yang pernah menjadi kiblat pertama bagi kaum Muslimin.
Upaya Zionis-Israel untuk menghancurkan Masjidil Aqsha sudah lama diketahui dunia. Keinginan mereka untuk membangun kembali Haikal Sulaiman (The Solomon Temple), di atas reruntuhan Masjidil Aqsha juga telah menjadi rahasia umum. Hanya saja, apa dasar ideologi dan maksud-maksud tersembunyi di balik penghancuran Masjidil Aqsha dan pendirian Haikal Sulaiman tersebut, hal ini masih menjadi pertanyaan besar.
Klaim Sepihak
Haikal Sulaiman diyakini dibangun tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman a.s, 370 tahun kemudian bangsa Babylonia menginvasi Yerusalem dan menghancurkan kuil tersebut.
Setelah itu, tentara Persia yang dipimpin Cyrus merebut Yerusalem dari tangan Babylonia dan membangun kembali Haikal Sulaiman.
Tahun 70 M, pasukan Romawi menyerang Yerusalem dan menghancurkan kembali Haikal Sulaiman rata dengan tanah.
Abad demi abad terus berjalan, namun cita-cita kaum Zionis-Yahudi untuk membangun kembali Haikal Sulaiman terus terpelihara dengan baik di dalam memori bangsanya.
Ketika gerakan Zionisme Internasional menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Bassel, Swiss, tahun 1897, memori ini menemukan momentumnya dan Theodore Hertzl menyerukan agar semua Yahudi Diaspora berbondong-bondong memenuhi Tanah Palestina yang disebutnya sebagai Tanah Perjanjian.
Atas klaim sepihak, kaum Zionis ini mengatakan bahwa di bawah tanah Masjidil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidil Aqsha dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya.
Bagi kaum Zionis, Haikal Sulaiman merupakan pusat dari dunia. Bukan Makkah, bukan pula Vatikan. Haikal Sulaiman-lah pusat seluruh kepercayaan dan pemerintahan segala bangsa. Keyakinan ini bukanlah berangkat tanpa landasan.
Dalam keyakinan Yudaisme yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari Taurat yang dibawa oleh Musa a. S., bangsa Yahudi meyakini bahwa di suatu hari nanti seorang Messiah (The Christ) akan mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi menjadi pemimpin dunia.
Kehadiran Mesiah inilah yang menjadi inti dari semangat kaum Yahudi untuk memenuhi Tanah Palestina. Namun hal ini menjadi perdebatan utama di kalangan Yahudi yang pro-Zionis dengan yang anti-Zionis.
Bagi yang pro-Zionisme, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, bagi mereka, Messiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).
Mengenai benar tidaknya lokasi bekas reruntuhan Kuil Sulaiman tepat berada di bawah Masjidil Aqsha, para sejarawan masih berbeda pendapat. Beberapa peneliti bahkan meyakini bahwa wilayah bekas berdirinya Kuil Sulaiman tersebut sesungguhnya berasa di luar kompleks Masjidil Aqsha sekarang ini.
Sejak menjajah Yerusalem di tahun 1967, kaum Zionis selalu berupaya merusak Masjidil Aqsha. Tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar Masjid ini. Mereka juga terus melakukan penggalian di bawah tanah Masjidil Aqsha dengan alasan tengah melakukan riset arkeologis.
Belum cukup dengan itu, di dalam terowongan-terowongan yang digali, mereka juga mengalirkan air dalam jumlah besar dengan tujuan menggoyahkan kekuatan tanah di bawah masjid agar pondasi masjid menjadi rapuh. Akibatnya sekarang ini banyak pondasi masjid yang sudah rapuh dan jika ada gempa bumi sedikit saja maka bukan mustahil Masjidil Aqsha bisa runtuh.
Sekarang, tentara Zionis sudah secara terang-terangan hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Mereka tidak lagi mengeluarkan dalih macam-macam. Apakah ini merupakan tanda bahwa mereka sudah yakin bahwa sebentar lagi Messiah yang dinanti-nantikan akan segera hadir?
Hari Akhir
Menyongsong berdirinya Kuil Sulaiman, ‘Presiden’ Zionis-Israel Moshe Katsav melayangkan sepucuk surat kepada Perdana Menteri Vatikan yang berisi permintaan agar Tahta Suci Vatikan mengembalikan seluruh harta karun dan benda-benda berharga yang kini memenuhi kompleks Tahta Suci kepada mereka.
Kaum Zionis masih ingat betul, ketika di tahun 70M, pasukan Romawi menyerbu Yerusalem dan memboyong banyak harta karun dari Kuil Sulaiman dan membawanya ke Vatikan.
Jika harta karun sudah dikembalikan, maka ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah, yakni mereka harus menemukan dan menyembelih serta membakar seekor sapi betina berbulu merah berusia tiga tahun dan belum pernah melahirkan anak.
Untuk yang satu ini pun kaum Zionis telah mempersiapkannya. Melalui suatu proses rekayasa genetika, di tahun 1997, mereka telah mendapatkan seekor sapi dengan ciri-ciri tersebut.
Hanya saja, mereka terbentur satu persyaratan lagi, yakni penyembelihan dan pembakaran sapi merah ini harus dilakukan di atas kaki Bukit Zaitun.
Masalahnya, daerah ini sekarang belum bisa dijajah Zionis-Israel seperti wilayah Palestina lainnya. Kaki Bukit Zaitun masih berada di tangan yang berhak, yakni di tangan bangsa Palestina. Sebab itu, kaum Zionis selalu berupaya tanpa lelah mengusir orang-orang Palestina dari wilayah ini.
Memperdaya Pemeluk Kristen
Guna mencapai tujuannya, kaum Zionis tidak berusaha sendirian. Mereka juga memperdaya musuh-musuhnya yakni umat Kristen dan kaum Muslimin. Untuk memperdaya umat Kristiani, kaum Zionis menyusupkan nilai-nilai Talmud ke dalam Bibel seperti yang terjadi atas Injil Scofield atau Injil Darby.
Bahkan Injil versi King James sebagai Injil resmi Barat pun demikian. Sebab itu, tidak aneh jika sekarang ini sikap politik umat Kristiani seolah sama sebangun dengan kaum Yahudi. Padahal di dalam banyak ayat-ayat Talmud, kaum Yahudi ini begitu keras permusuhannya terhadap Kristen dan Yesus.
Keyakinan Injil juga menyebutkan tentang hadirnya The Christ kembali ke muka bumi (Maranatha atau The Second Coming) dalam wujud Tuhan seutuhnya. Kaum Yahudi menggiring opininya bahwa Maranatha tidak akan terjadi sebelum Haikal Sulaiman berdiri kembali di Yerusalem.
Kesamaan pandangan inilah yang membuat orang-orang Kristen mendiamkan ulah kaum Zionis yang hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Orang-orang Kristen ini telah terbius dengan retorika dan racun Zionis sehingga tidak bisa bersikap kritis dan mereka lupa bahwa salah satu agenda utama Zionis ini adalah juga meruntuhkan Tahta Suci Vatikan dan memindahkannya ke Yerusalem.
Dari sisi hukum internasional, upaya penghancuran Masjidil Aqsha juga tidak bisa dibenarkan. Berdasarkan Resolusi DK-PBB Nomor 242 dan beberapa resolusi lainnya, rezim Zionis Israel wajib melindungi masjid ini dan menuntut Zionis agar mundur dari seluruh wilayah Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, dan menyerahkan wilayah itu kepada penduduk aslinya yang tak lain adalah rakyat Palestina. Namun dalam tataran praktek, resolusi ini tidak dijalankan.
Demi Palestina, Sultan Hidup Merana
Di depan masjid ini, terlalu banyak kisah yang memilukan hati menimpa diri dan keluarga Sultan. Percobaan pembunuhan dengan meletakkan bom di dalam kereta kuda Sultan. Pengeboman itu terjadi berselang beberapa saat usai shalat Jumat. Allah masih menghendaki Sultan Abdul Hamid tetap bertakhta memimpin umat. Upaya menghabisi nyawa orang nomor satu di dunia Islam itu kandas.
Di depan istana ini, Sultan sering melaksanakan shalat dan keluar menyapa rakyat yang selalu dekat di hatinya.
Di situ juga, Istana Yildiz yang terbuat dari kayu ini adalah tempat tinggal pilihan Sultan Abdul Hamid II, setelah beliau meninggalkan segala bentuk kemewahan kaum keluarganya yang sebelum ini di Istana Dolmabahce. Sultan Abdul Hamid II, lahir pada hari Rabu, 21 September 1842. Dengan nama lengkap Abdul Hamid Khan II bin Abdul Majid Khan. Sultan adalah putra Abdul Majid dari istri kedua beliau. Ibunya meninggal saat Abdul Hamid berusia 7 tahun. Sultan menguasai bahasa Turki, Arab, dan Persia. Senang membaca dan bersyair. Sebelumnya kekhalifahan dipimpim pamannya yaitu Abdul Aziz yang berkuasa cukup lama. Sultan Abdul Aziz digulingkan kemudian dibunuh oleh musuh politik Khilafah Utsmaniyyah. Khalifah setelah Abdul Aziz adalah Sultan Murad V, putra Abdul Aziz. Namun kekuasaannya tidak berlangsung lama dan digulingkan setelah 93 hari berkuasa karena dianggap tidak becus menjadi khalifah. Sultan Abdul Aziz mewariskan negara dalam kondisi yang carut marut. Tunggakkan hutang luar negeri, parlemen yang mandul, campur tangan asing di dalam negeri, tarik menarik antar berbagai kepentingan Dewan Negara dan Dewan Menteri serta birokrat-birokrat yang korup. Pada 41 Agustus 1876 (1293 H), Sultan Abdul Hamid dibai’at sebagai Khalifah. Saat itu usianya 34 tahun. Dia menyadari bahwa pembunuhan pamannya serta perubahan-perubahan kekuasaan yang terjadi saat itu merupakan konspirasi global melawan Khilafah Islamiyah. Namun Sultan Abdul Hamid II dapat menjalankan roda pemerintahannya dengan baik, sering berbicara dengan berbagai lapisan masyarakat, baik birokrat, intelektual, rakyat jelata maupun dari kelompok-kelompok yang kurang disukainya (lihat Shaw, 1977:212). Kebijaksanaannya untuk mengayomi seluruh kaum Muslimin membuat ia populer. Namanya sering disebut dalam doa-doa di setiap shalat jumat diseantero bumi. Penggalangan kekuatan kaum Muslimin dan kesetiaan mereka terhadap Sultan Abdul Hamid II ini berhasil mengurangi tekanan Eropa terhadap Utsmaniyyah. Abdul Hamid mengemban amanah dengan memimpin sebuah negara adidaya yang luasnya membentang dari timur dan barat. Di tengah situasi negara yang genting dan kritis. Beliau menghabiskan 30 tahun kekuasaan sebagai Khalifah dengan dikelilingi konspirasi, intrik, fitnah dari dalam negeri sementara dari luar negeri ada perang, revolusi, dan ancaman disintegrasi dan tuntutan berbagai perubahan yang senantiasa terjadi. Termasuk upaya-upaya sistematis yang dilakukan kaum Yahudi untuk mendapatkan tempat tinggal permanen di tanah Palestina yang masih menjadi bagian dari wilayah kekhalifahan Utsmaniyyah. Berbagai langkah dan strategi dilancarkan oleh kaum Yahudi untuk menembus dinding khilafah Utsmaniyyah, agar mereka dapat memasuki Palestina. Pertama, pada tahun 1892, sekelompok Yahudi Rusia mengajukan permohonan kepada sultan Abdul Hamid, untuk mendapatkan ijin tinggal di Palestina. Permohonan itu dijawab sultan dengan ucapan “Pemerintan Ustmaniyyah memberitahukan kepada segenap kaum Yahudi yang ingin hijrah ke Turki, bahwa mereka tidak akan diijinkan menetap di Palestina”, mendengar jawaban seperti itu kaum Yahudi terpukul berat, sehingga duta besar Amerika turut campur tangan. Kedua, Theodor Hertzl, penulis Der Judenstaat (Negara Yahudi), founder negara Israel sekarang, pada tahun 1896 memberanikan diri menemuai Sultan Abdul Hamid sambil meminta ijin mendirikan gedung di al Quds. Permohonan itu dijawab sultan “Sesungguhnya imperium Utsmani ini adalah milik rakyatnya. Mereka tidak akan menyetujui permintaan itu. Sebab itu simpanlah kekayaan kalian itu dalam kantong kalian sendiri”. Melihat keteguhan Sultan, mereka kemudian membuat strategi ketiga, yaitu melakukan konferensi Basel di Swiss, pada 29-31 agustus 1897 dalam rangka merumuskan strategi baru menghancurkan Khilafah Ustmaniyyah. Karena gencarnya aktivitas Yahudi Zionis akhirnya Sultan pada tahun 1900 mengeluarkan keputusan pelarangan atas rombongan peziarah Yahudi di Palestina untuk tinggal disana lebih dari tiga bulan, paspor Yahudi harus diserahkan kepada petugas khilafah terkait. Dan pada tahun 1901 Sultan mengeluarkan keputusan mengharamkan penjualan tanah kepada Yahudi di Palestina. Pada tahun 1902, Hertzl untuk kesekian kalinya menghadap Sultan Abdul Hamid untuk melakukan risywah (Menyogok). Diantara risywah yang disodorkan Hertzl kepada Sultan adalah : 1. 150 juta poundsterling Inggris khusus untuk Sultan. 2. Membayar semua hutang pemerintah Ustmaniyyah yang mencapai 33 juta poundsterling Inggris. 3. Membangun kapal induk untuk pemerintah, dengan biaya 120 juta Frank 4. Memberi pinjaman 5 juta poundsterling tanpa bunga. 5. Membangun Universitas Ustmaniyyah di Palestina. Semuanya ditolak Sultan, bahkan Sultan tidak mau menemui Hertzl, diwakilkan kepada Tahsin Basya, perdana menterinya, sambil mengirim pesan, “Nasihati Mr Hertzl agar jangan meneruskan rencananya. Aku tidak akan melepaskan walaupun sejengkal tanah ini (Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Yahudi silakan menyimpan harta mereka. Jika Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari, maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.” Sejak saat itu kaum Yahudi dengan Zionisme melancarkan gerakan untuk menumbangkan Sultan. Dengan menggunakan jargon-jargon “liberation”, “freedom”, dan sebagainya, mereka menyebut pemerintahan Abdul Hamid II sebagai “Hamidian Absolutism”, dan sebagainya. “Sesungguhnya aku tahu, bahwa nasibku semakin terancam. Aku dapat saja hijrah ke Eropa untuk menyelamatkan diri. Tetapi untuk apa? Aku adalah Khalifah yang bertanggungjawab atas umat ini. Tempatku adalah di sini. Di Istanbul!” Tulis Sultan Abdul Hamid dalam catatan hariannya. Malam itu, 27 April 1909 Sultan Abdul Hamid dan keluarganya kedatangan beberapa orang tamu tak diundang. Kedatangan mereka ke Istana Yildiz menjadi catatan sejarah yang tidak akan pernah terlupakan. Mereka mengatasnamakan perwakilan 240 anggota Parlemen Utsmaniyyah—di bawah tekanan dari Turki Muda—yang setuju penggulingan Abdul Hamid II dari kekuasaannya. Senator Sheikh Hamdi Afandi Mali mengeluarkan fatwa tentang penggulingan tersebut, dan akhirnya disetujui oleh anggota senat yang lain. Fatwa tersebut terlihat sangat aneh dan setiap orang pasti mengetahui track record perjuangan Abdul Hamid II bahwa fatwa tersebut bertentangan dengan realitas di lapangan. Keempat utusan itu adalah Emmanuel Carasso, seorang Yahudi warga Italia dan wakil rakyat Salonika (Thessaloniki) di Parlemen Utsmaniyyah (Meclis-i Mebusan) melangkah masuk ke istana Yildiz. Turut bersamanya adalah Aram Efendi, wakil rakyat Armenia, Laz Arif Hikmet Pasha, anggota Dewan Senat yang juga panglima militer Utsmaniyyah, serta Arnavut Esat Toptani, wakil rakyat daerah Daraj di Meclis-i Mebusan. “Bukankah jam-jam seperti ini adalah waktu dimana aku harus menunaikan kewajibanku terhadap keluarga. Tidak bisakah kalian bicarakan masalah ini besok pagi?” Sultan Abdul Hamid tidak leluasa menerima kedatangan mereka yang kelihatannya begitu tiba-tiba dan mendesak. Tidak ada simpati di raut wajah mereka. “Negara telah memecat Anda!” Esat Pasha memberitahu kedatangannya dengan nada angkuh. Kemudian satu persatu wajah anggota rombongan itu diperhatikan dengan seksama oleh Sultan. “Negara telah memecatku, itu tidak masalah,…. tapi kenapa kalian membawa serta Yahudi ini masuk ke tempatku?” Spontan Sultan marah besar sambil menundingkan jarinya kepada Emmanuel Carasso. Sultan Abdul Hamid memang kenal benar siapa Emmanuel Carasso itu. Dialah yang bersekongkol bersama Theodor Herzl ketika ingin mendapatkan izin menempatkan Yahudi di Palestina. Mereka menawarkan pembelian ladang milik Sultan Abdul Hamid di Sancak Palestina sebagai tempat pemukiman Yahudi di Tanah Suci itu. Sultan Abdul Hamid menolaknya dengan tegas, termasuk alternatif mereka yang mau menyewa tanah itu selama 99 tahun. Pendirian tegas Sultan Abdul Hamid untuk tidak mengizinkan Yahudi bermukim di Palestina, telah menyebabkan Yahudi sedunia mengamuk. Harganya terlalu mahal. Sultan Abdul Hamid kehilangan takhta, dan Khilafah disembelih agar tamat riwayatnya. Jelas terlihat bahwa saat tersebut adalah saat pembalasan paling dinanti oleh Yahudi, dimana Abdul Hamid II yang telah menolak menjual Palestina pada mereka, telah mereka tunjukkan di depan muka Abdul Hamid II sendiri bahwa mereka turut ambil bagian dalam penggulingannya dari kekuasaan. Mendung menggelayuti wajah Abdul Hamid II dan wajah Khilafah Islamiyah. “Sesungguhnya aku sendiri tidak tahu, siapakah sebenarnya yang memilih mereka ini untuk menyampaikan berita penggulinganku malam itu.” Sultan Abdul Hamid meluapkan derita hatinya di dalam catatan hariannya. Rencana menggulingkan Sultan sebenarnya sudah disiapkan lama sebelum malam itu. Beberapa Jumat belakangan ini, nama Sultan sudah tidak disebut lagi di dalam khutbah-khutbah. “Walaupun Anda dipecat, kelangsungan hidup Anda berada dalam jaminan kami.” Esat Pasha menyambung pembicaraan. Sultan Abdul Hamid memandang wajah puteranya Abdul Rahim, serta puterinya yang terpaksa menyaksikan pengkhianatan terhadap dirinya. Malang sungguh anak-anak ini terpaksa menyaksikan kejadian yang memilukan malam itu. “Bawa adik-adikmu ke dalam.” Sultan Abdul Hamid menyuruhh Amir Abdul Rahim membawa adik-adiknya ke dalam kamar. “Aku tidak membantah keputusanmu. Cuma satu hal yang kuharapkan. Izinkanlah aku bersama keluargaku tinggal di istana Caragan. Anak-anakku banyak. Mereka masih kecil dan aku sebagai ayah perlu menyekolahkan mereka.” Sultan Abdul Hamid meminta pertimbangan. Sultan sadar akan tidak ada gunanya membantah keputusan yang dibawa rombongan itu. Itulah kerisauan terakhir Sultan Abdul Hamid. Membayangkan masa depan anak-anaknya yang banyak. Sembilan laki-laki dan tujuh perempuan. Permintaan Sultan Abdul Hamid ditolak mentah-mentah oleh keempat orang itu. Malam itu juga, Sultan bersama para anggota keluarganya dengan hanya mengenakan pakaian yang menempel di badan diangkut di tengah gelap gulita menuju ke Stasiun kereta api Sirkeci. Mereka digusur pergi meninggalkan bumi Khilafah, ke istana kumuh milik Yahudi di Salonika, tempat pengasingan negara sebelum seluruh khalifah dimusnahkan di tangan musuh Allah. Khalifah terakhir umat Islam, dan keluarganya itu dibuang ke Salonika, Yunani. Angin lesu bertiup bersama gerimis salju di malam itu. Pohon-pohon yang tinggal rangka, seakan turut sedih mengiringi tragedi memilukan itu. Di Eminonu, terlihat Galata di seberang teluk sedih. Bukit itu pernah menyaksikan kegemilangan Sultan Muhammad al-Fatih dan tentaranya yang telah menarik 70 kapal menyeberangi bukit itu dalam tempo satu malam. Mereka menerobos teluk Bosphorus yang telah dirantai pintu masuknya oleh Kaisar Constantinople. Sejarah itu sejarah gemilang. Tak akan pernah hilang. Terhadap peristiwa pemecatannya, Sultan Abdul Hamid II mengungkap kegundahan hatinya yang dituangkan dalam surat kepada salah seorang gurunya Syekh Mahmud Abu Shamad yang berbunyi: “…Saya meninggalkan kekhalifahan bukan karena suatu sebab tertentu, melainkan karena tipu daya dengan berbagai tekanan dan ancaman dari para tokoh Organisasi Persatuan yang dikenal dengan sebutan Cun Turk (Jeune Turk), sehingga dengan berat hati dan terpaksa saya meninggalkan kekhalifahan itu. Sebelumnya, organisasi ini telah mendesak saya berulang-ulang agar menyetujui dibentuknya sebuah negara nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina. Saya tetap tidak menyetujui permohonan beruntun dan bertubi-tubi yang memalukan ini. Akhirnya mereka menjanjikan uang sebesar 150 juta pounsterling emas. Saya tetap dengan tegas menolak tawaran itu. Saya menjawab dengan mengatakan, “Seandainya kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini, aku tidak akan menerima tawaran itu. Tiga puluh tahun lebih aku hidup mengabdi kepada kaum Muslimin dan kepada Islam itu sendiri. Aku tidak akan mencoreng lembaran sejarah Islam yang telah dirintis oleh nenek moyangku, para Sultan dan Khalifah Uthmaniah. Sekali lagi aku tidak akan menerima tawaran kalian.” Setelah mendengar dan mengetahui sikap dari jawaban saya itu, mereka dengan kekuatan gerakan rahasianya memaksa saya menanggalkan kekhalifahan, dan mengancam akan mengasingkan saya di Salonika. Maka terpaksa saya menerima keputusan itu daripada menyetujui permintaan mereka. Saya banyak bersyukur kepada Allah, karena saya menolak untuk mencoreng Daulah Uthmaniah, dan dunia Islam pada umumnya dengan noda abadi yang diakibatkan oleh berdirinya negeri Yahudi di tanah Palestina. Biarlah semua berlalu. Saya tidak bosan-bosan mengulang rasa syukur kepada Allah Ta’ala, yang telah menyelamatkan kita dari aib besar itu. Saya rasa cukup di sini apa yang perlu saya sampaikan dan sudilah Anda dan segenap ikhwan menerima salam hormat saya. Guruku yang mulia. mungkin sudah terlalu banyak yang saya sampaikan. Harapan saya, semoga Anda beserta jama’ah yang anda bina bisa memaklumi semua itu. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 22 September 1909 ttd Pelayan Kaum Muslimin Deru langkah tentara kedengaran melangkah menuju istana. Meriam ditembakkan sebagai tanda Sultan Mehmed V dinobatkan menjadi penguasa Utsmaniyyah. Resmilah malam itu Sultan Mehmed V menjadi Khalifah ke 99 umat Islam terhitung sejak Abu Bakr al-Siddiq ra. Tetapi khalifah yang satu ini sudah tidak memiliki kekuasaan apa-apa. Hanya boneka pengumpan yang hanya akan mempercepat pemberontakan untuk pembubaran Khilafah Utsmaniyyah. “Entahlah, di saat hidup dan matiku tidak menentu, aku merasa begitu tenang dan aman. Seperti sebuah gunung besar yang selama ini mengendap di dadaku, ketika diangkat terasa lega!” keluh Sultan Abdul Hamid Sultan Abdul Hamid mengusap kepala anaknya Abdul Rahim yang menangis ketakutan. Anak-anaknya yang lain turut menangis. Perjalanan dari Sirkeci Istanbul menuju ke Salonika Yunani penuh misteri. “Sabarlah anak-anakku. Jika Allah mengkehendaki kematian bagi kita, bukankah kematian itu kesudahan untuk semua.” Sultan Abdul Hamid memberi motivasi kepada seluruh kerabatnya saat.Kereta api tengah meluncur laju. Bumi khilafah ditinggalkan di belakang. Sejarah kegemilangan 600 tahun Bani Usman, berakhir malam itu. Balutan hitam yang mustahil untuk diputihkan kembali. Di tengah suasana malam yang sejuk, Sultan Abdul Hamid II melonjorkan kakinya di atas bangku kereta api sambil dipijit-pijit oleh anaknya Fatimah. “Sabarlah anakku, negara tidak tahu apa yang telah mereka lakukan kepada umat Muhammad ini.” Sultan mengusap wajahnya yang berlinangan air mata. Terlalu lama Sultan dan keluarganya dikurung di istana kumuh milik Yahudi itu. Mereka dikurung dalam kamar tanpa perabotan sama sekali. Pintu dan jendela dilarang dibuka. Hari demi hari, adalah penantian kematian sebelum mati bagi Sultan dan keluarganya. Akhirnya pada tahun 1912, Sultan Abdul Hamid dipulangkan ke Istanbul, akan tetapi anak-anaknya dipisah-pisahkan, bercerai berai. Dibuang ke Perancis menjadi pengemis yang hidup terlunta-lunta di emperan jalan. Kondisi di pembuangan Salonika atau di istana tua Beylerbeyi Istanbul sama saja bahkan lebih parah. Sultan dan beberapa anggota keluarganya yang tersisa tidak dibenarkan keluar sama sekali hatta sekedar pergi ke perkarangan istana kecuali untuk shalat Jumat di luar istana, tentunya dengan penjagaan yang super ketat. Makanan untuk Sultan dan putera puterinya ditakar sedemikian rupa, dengan kualitas makanan yang sangat rendah bahkan seluruh hartanya dirampas habis oleh tentera Ataturk. Hari-hari yang dilalui Sultan dalam pembuangan dan pengasingan sangat menyedihkan. Dia dan keluarganya selalu diancam akan dibunuh, istana tua itu akan diledakkan. Pada suatu pagi selesai shalat Subuh, Sultan memanggil puteranya, Abdul Rahman. Dialah ahli waris terpenting setelah ketiadaan Sultan nanti. “Kita akan berikan semua harta kita kepada pihak tentara karena mereka memaksa kita menyerahkannya.” Keluh Sultan kepada Abdul Rahman dengan nada sedih. Puteranya itu menangis terisak hebat. Dia menjadi amat takut dengan para tentara yang bengis itu. Beberapa hari kemudian di lobi Deutche Bank, Istanbul, terjadi serah terima secara paksa semua harta Sultan, termasuk seluruh tabungan Sultan kepada pihak tentara. Sultan tinggal di istana tua sebagai penjara di Beylerbeyi selama 6 tahun dalam kondisi yang sangat memperihatinkan. Tubuh kurus kering dan mengidap penyakit paru yang akut. Sultan benar-benar diisolasi dari dunia luar, sampai-sampai untuk mengobati penyakit saja dipersulit. “Maafkan saya, Tuanku. Mereka tidak mengijinkan saya untuk hadir lebih awal,” dokter yang merawat Sultan Abdul Hamid sambil berbisik. Nafas Sultan Abdul Hamid turun naik. Penyakit asthmanya semakin serius. Dokter sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Sultan Abdul Hamid II menghembuskan nafas terakhir dalam penjara Beylerbeyi pada 10 Februari, 1918. Kepergiannya diratapi seluruh penduduk Istanbul karena mereka sudah sadar. Berkat kebodohan mereka membiarkan Khilafah Utsmaniyyah dilumpuhkan setelah pencopotan jabatan khilafahnya, 10 tahun yang lalu. Menangislah… tiada sejarah yang mampu memadamkan penyesalan itu. Wa…Islama!!! Sumber dakwatuna.com; Harb, Muhammad (1998). Catatan Harian Sultan Abdul Hamid II. Darul Qalam, ; Asy-Syalabi, Ali Muhammad (2003). Bangkit dan Runtuhnya Khilafah ‘Utsmaniyah. Pustaka Al-Kautsar, 403-425
(Abdul Hamid bin Abdul Majid)
Turki Kecam Keras Israel di Forum Ekonomi Dunia
“Kalian membunuhi orang-orang.” seru Erdogan keras kepada Perez. “Apa yang kalian lakukan tidak manusiawi!”
Menanggapi perkataan Erdogan, Perez langsung memotong dengan panas, “Apakah Anda sungguh benar-benar mengerti akan situasi dimana ratusan roket berhamburan dan menyerang perempuan dan anak-anak? Ada apa dengan Anda?”.
Erdogan tidak terima perkataan Perez, dan ia meminta waktu kepada moderator untuk kembali bicara. Namun, ia hanya diberikan waktu satu menit saja. “Kalian, Israel, tidak pernah mau mendengarkan.”
Setelah itu, Erdogan pun berkata: “Bagi saya pertemuan Davos sudah selesai. Saya tidak diizinkan untuk bicara di sini. Perdana Menteri kalian, Ohud Olmert, mengatakan sangat senang memasuki Palestina dengan tank, peluru dan roket, dan membunuh warganya.” ujarnya dengan nada tegas kepada Perez, yang langsung disambut dengan tepuk-tangan para hadirin. Setelah itu, Erdogan pun meninggalkan forum dan dengan cuek melewati Perez yang tampak tertekan.
Perkataan Erdogan di atas langsung membuat Shimon Perez mengkerut. Ia terlihat tidak pede dalam pertemuan itu. Perdana Menteri Kjell Magne Bondevik dari Norwegia berkata, “Saya tidak pernah melihat Perez seperti itu. Ia mungkin sadar bahwa seluruh dunia sekarang sedang memusuhinya. Saya sedih Erdogan meninggalkan forum.”
Dukungan untuk Erdogan datang dari banyak pihak. Menteri Luar Negeri Mesir, Moussa, yang selama debat hanya diam saja, berkomentar, “Sikap Erdogan bisa dipahami. Israel memang tidak pernah mendengarkan siapapun.”
Ketika Erdogan pulang, sambutan meriah datang dari rakyatnya. Ribuan orang bersorak sorai sambil melambaikan bendera Turki dan bendera Palestina, ketika pesawat yang membawa Erdogan menyentuh landasan bandara Turki hari Jumat pagi waktu setempat.
Rakyat Turki memuji ketegasan sikap Erdogan saat berdebat dengan Presiden Israel Shimon Peres tentang agresi brutal Israel di Gaza dalam Forum Davos. Sementara itu di Jalur Gaza Palestina, rakyat Palestina memberikan dukungan kepada Erdogan dan Turki dalam sebuah demontrasi di hari Jum’at (30/1). Bendera Palestina, Hamas, dan Turki, dikibar-kibarkan, seraya beberapa peserta demonstrasi mengusung foto tokoh-tokoh Hamas dan Erdogan PM Turki. (Sumber: dakwatuna.com)
Sabtu, 31 Januari 2009
Palestina dalam Guiness Book of Record
Bahwa Guiness World of Record dipanggil untuk pergi ke Palestina secara khusus untuk mengumpulkan berbagai laporan terhadap tindakan yang dilakukan oleh penjajah zionis… maka -dari itu- ditemukan banyak record; hal-hal yang asing dan menakjubkan yang tidak memiliki paralel di muka bumi ini!!
Adapun Record laporan tersebut adalah:
- Entitas satu-satunya di dunia yang mengaku-ngaku sebagai salah satu anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan berbagai syarat belum bisa dipenuhi hingga saat ini dan bahkan belum pernah menerapkan satu syaratpun darinya.
- Entitas satu-satunya di dunia yang tidak memiliki batas geografis yang membatasi negara-negara internasional disekitarnya, hingga saat ini belum memiliki batas geografi.
- Entitas satu-satunya di dunia yang hingga saat ini tidak memiliki konstitusi yang terpadu dan tertulis, guna menetapkan tujuan dan kebijakan, karena itu Zionist merupakan entitas tanpa konstitusi.
- Entitas satu-satunya di dunia yang terbuka untuk semua warga Yahudi untuk menduduki Palestina dan mengusir penduduk aslinya dan merampas rumah-rumahnya, menempatkan warga asing selain warga asli dengan mengaggap bahwa entitas tersebut milik warga Yahudi dari seluruh dunia.
- Entitas satu-satunya di dunia yang melakukan penjajahan dan mengatur operasi dari penindasan, terorisme dan penyiksaan hingga –kadang kala- mati terhadap tahanan dari warga Palestina dan lain-lain.
- Entitas satu-satunya di dunia yang memberkati tindak pembunuhan terhadap anak-anak, orang tua yang sudah renta dan wanita yang terisolir dari warga lain (para pengungsi), membenarkan setiap praktek pidana; sehingga para pemimpinnya aman dan tidak tersentuh hukum sedikitpun dari berbagai tindakan keji dan pembunuhan massal yang telah mereka lakukan.
- Entitas satu-satunya di dunia yang memiliki kebebasan dan hak kepemilikan senjata nuklir tanpa ada ikatan dan pengawasan, bahkan bebas menggunakan senjata terlarang tersebut dalam dunia internasional.
- Entitas satu-satunya di dunia, yang membuat konstitusi membolehkan perampasan terhadap tanah orang lain, mengusir warga aslinya dari tanah dan harta benda mereka.
- Entitas satu-satunya di dunia, yang tidak memiliki tentara rakyat bahkan pasukan, terdapat di dalamnya tentara yang berubah haluan dalam waktu beberapa saat saja. · والكيان الوحيد في العالم الذي يصف مغتصبوه أنفسهم بأنهم متميزون عن غيرهم ، وأنهم شعب مختار أرقى من بقية البشر ، فلهذا يحق لهم مالا يحق لغيرهم .
- Satu-satunya entitas di dunia mengklaim dirinya yang memiliki keistimewaan dari yang lain, mereka adalah bangsa pilihan dan orang-orang terbaik dari semua manusia, karena itu mereka memiliki hak sebagaimana orang lain berhak untuknya. · و الكيان الوحيد في العالم الذي تنتهك فيه المقدسات الإسلامية وتحول المساجد إلى زرائب للحيوانات ، وأوكار للخنا والفجور ، والعالم متفرج بلا حراك.
- Satu-satunya entitas di dunia yang melanggar perjanjian suci Islam dan mengubah masjid menjadi tempat penampungan hewan-hewan, sebagai pusat tindak criminal dan kejahatan ke mesjid stables untuk hewan, sementara dunia hanya menjadi penonton tanpa mengambil tindakan apapun.
Karena itu, tindakan · الكيان الوحيد في العالم الذي اعترف به كعضو في الأمم المتحدة بشروط لم تتحق إلى الآن ، وحيث أن ممارسات اليهود تستحق وبكل جدارة أن تسجل في كتاب جينتس للأرقام القياسية ، هانحن نقدم وبالمجان عناوين مقترحة لفهرس موسوعة جينتس :Karentindakan Yahudi layak dan telah memenuhi syarat untuk didaftar dalam buku Gentes of the Records, dan kami hadirkan secara gratis katalog yang diusulkan untuk masuk pada kitab Guinness Gentes:
Tأقدم أسير في العالمTTTahanan terlama di seluruh dunia:
Antara jeruji besi dengan penjara-penjara Yahudi Israel yang di dalamnya tahanan Palestina dalam kondisi”Said al-atabah”, hingga mencapai tiga puluh-satu keluarga, dia adalah tahanan tertua di dunia, belum ada tahanan politik yang bergerak seperti هذه pada periode ini, sehingga membuat Nelson Mandela menghabiskan waktu selama 26 tahun, dan pembunuhan terhadap presiden John F كينيدي Kennedy أمضى 28 عاماً!! yang telah berlalu selama 28 tahun!
…Dan pada akhir 2007 jumlah tahanan Palestina yang menghabiskan waktu lebih dari lima belas tahun mencapai 232 tahanan, diantara mereka ada yang melewati waktu lebih dari dua puluh tahun ke 73 tahanan tiba, adapun yang melewati waktu hidup dan diantara mereka ada orang yang menghabiskan waktu dalam penjara lebih dari seperempat abad lebih dari 10 tahanan … mereka semua memiliki hak untukوهؤلاء جميعاً مرشحون لتسجيل أسمائهم بشكل فردياً وجماعياً في موسوعة جينيس العالمية !! untuk didaftarkan nama-nama mereka secara individu dan kolektif dalam Guinness World!
Penjara terbesar di dunia:
Di Gaza dan Jalur Gaza dan setelahnya terdapat pagar tembok terbesar di dunia yang berfungsi sebagai pemisah, dan memiliki tahanan terbesar dalam sejarah modern?! أسواره أطول بثلاثة أضعاف من جدار برلين ، وأعلى منه بمرتين ، ومصنوعة من خرسانة مسلحة بارتفاع 8 إلى 9 متر على امتداد 750 كيلو متر . Panjang tembok tersebut 3 kali lipat dari panjangnya tembok Berlin, bahkan ketingginya juga dua kali lipat darinya, dan terbuat dari beton bersenjata lengkap pada jarak 8 hingga 9 meter yang panjangnya lebih dari 750 km.
Memiliki tahanan terbanyak dari sejumlah tahanan lainnya أكثر عدد من المسddrida:
Antara dinding pemisah yang mengisolir warga Palestina yang berjumlah tiga juta orang meliputi puluhan kota dan ratusan desa yang dikelilingi oleh dinding tinggi tersebut.
Pemerintah dan kongres di belakang bar:
Jumlah menteri dalam pemerintah Palestina di belakang bar mencapai 7 menteri, 40 Wakil dari majlis konstitusi Palestina yang terbelenggu dalam penjara penjajahan.
Memiliki wanita terkأصغرecil yangطفلة تقتلysnhyang dibunuh : :
Ada wanita termuada usianya yang طفلة قتلت بأيدي الصهاينة لا يتجاوز عمرهاdibunuh oleh Zionists, waktunya tidak mencapai 10 hari sehingga menjadi korban terkecl dan termuda di dunia.
Bangsa yang 50 % nya ditangkap dan dipenjarakan:
Jumlah tahanan Palestina mencapai 700 ribu saat penangkapa; jika dihitung sejak awal penahanan sejak awal penjajahan Zionist hingga sekarang, terjadi penangkapan satu dari empat warga Palestina di dalam Palestina. Jika kita pertimbangkan bahwa sebagian besar dari para tahanan adalah laki-laki dewasa, yang mencapai 42% warga laki-laki di Palestina pernah merasakan penjara; satu warga setara dengan 2 warga Paestina.
Tahanan paling muda di seluruh dunia:
.Penjara zionis memiliki tahanan anak-anak beliau di dunia yang usianya 13 tahun.
:Jumlah peluru terbanyak yang bersarang dalam tubuh anak perempuan:
30peluru menembus tubuh perempuan muda yang masih berumur tidak lebih dari 13 tahun, hal itu terjadi setelah dirinya tertembus peluru sniper di kepala saat hendak pergi ke sekolah, setelah dibunuh dan tubuhnya mulai melemah tergeletak di jalan masih menggenggam tas sekolah, kemudian salah seorang tentara Yahudi menghampirinya untuk melihat peluru yang bersarang di tubuhnya. Kemudian memarahi anggota pasukannya untuk dijatuhi hukuman bohongan guna dibersihkan dari darah wanita kecil tersebut… seperti halnya darah .sebagai Mohammed al-Durra yang pembunuhannya disiarkan secara langsung agar disaksikan fase-fase dari kematiannya oleh jutaan warga di seluruh dunia.
More desecrated sakral di dunia:
Telah terjadi penistaan lebih dari 200 mesjid di daerah yang dijajah sejak 1948 dan diubah menjadi bar dan klub dan rumah-rumah, restoran, klub malam dan tempat pemutaran film pornografi.
Tahanan sekolah dan mahasiswa:
Pasukan penjajah telah menahan lebih dariفي معتقلات 1.175siswa, termasuk 330 anak-anak di bawah usia delapan belas tahun.
Sekolah dan universitas ditutup:
Jumlah sekolah dan perguruan tinggi yang ditutup pada tahun 2006 oleh perintah pasukan berjumlah 12 sekolah dan 1 Universitas, sementara itu pada waktu yang lainnya melakukan kegaduhan saat jam pelajaran ketika melakukan agresi pada 1.125 sekolah dan lembaga-lembaga pendirikan dan kuliah.
Lembaga pendidikan yang hancur:
Pada tahun (2006) jبلغ عدد مؤسسات التربية والتعليم التي تعرضت للقصف 359 مدرسة ومديرية ومكاتب تربية وتعليم وجامعة في عام واحد ( 2006م ) jjumlah lembaga pendidikan dan lembaga pendirikan dan t’lim yang hancur sebanyak 359, begitu pula terhadap kantor-kantor dan Direktorat Pendidikan dan universitas telah berubah menjadi barak militer.
Para sطلاب قتلوا برصاص الاحتلال ssiswa dibunuh oleh peluru penjajah:
Jumlah siswa yang syahid oleh peluru tentara penjajah mencapai 848 siswa dari berbagai sekolah sekolah dan kampus. ووصل عدد الطلبة والطالبات والموظفين الذين أصيبوا برصاص الاحتلال إلى 4792 طالباً وطالبة وموظفاً. Dan jumlah siswa –laki-laki dan wanita- dan staf yang terluka oleh karena peluru penjajah mencapai 4.792 siswa-siswi dan staf.
Pohon-pohon yang dihancurkan:
Jumlah pohon-pohon yang dihancurkan mencapai 13572896, menghancurkan lebih dari 784 gudang pertanian, dan 788 peternakan ayam berikut dengan peralatan yang juga dihancurkan, dan 14.829 ekor kambing domba yang disembelih, sapi dan unggas yang dibunuh mencapai 12.151 serta memusnahkan 16.549 perkebunan kurma, dan menghancurkan sumur secara keseluruhan yaitu berjumlah 425 Sumur, dan rumah-rumah petani yang hancur total sebanyak 207 rumah. Dan semua semua terjadi pada tahun (2006)
Tertinggi tingkat kemiskinan di seluruh dunia:
Tingkat kemiskinan di wilayah Palestina oleh karena adanya penghalangan jalan hingga mencapai 75%, menurut hasil survei pada tahun 2007.
Pemeriksaan dan raids:
Pasukan penjajah membuat نصبت قوات الاحتلال 5001 حاجزاً عسكرياً ونقطة تفتيش في الأراضي المحتلة وأكثرها titik blockade dan titik pemeriksaan pada wilayah yang diduduki dan secara keseluruhan selalu mobile (berpindah-pindah), adapun yang permanen berjumlah 763 penghalang.
Hأكثر حواجز لسائقي التاكسي Hhambatan terbanyak untuk pengendara taksi:
Sopir taksi السائق الفلسطيني عليه أن يتخطي أكبر عدد ممكن من الطرق الالتفافية على اختلاف أنواعها، بالإضافة التهرPalestina memiliki paling banyak lintasan yang harus dilewati terutama pada jalan memotong dari semua jenis, selain dalih من الحواجز حتى يصل إلى وجهته الأخيرة . hambatan untuk mencapai tujuan akhir.
Rezim apartheid pertama:
.Palestina yang dijajah merupakan tempat terbesar diterapkannya sistem apartheid, yang memungkinkan Palestina menggunakan tidak lebih dari 50 meter kubik air per tahun, sedangkan orang-orang Yahudi memungkinkan penggunaan air lebih dari 2.400 meter kubik air setiap tahun yang berasal dari perairan di Tepi Barat, yaitu 42 kali lipat dari warga Palestina. ودخل الفرد اليهودي في الكيان العبري يصل إلى 30 ضعف دخل الفرد الفلسطيني ، ومع ذلك يجبر الفلسطينيون على شراء لبضائع بسعر السوق للكيان المحتل . Pendapatan per kapita di dalam entitas Yahudi 30 kali pendapatan per kapita Palestina, dan bersamaan dengan itu warga Palestina terpaksa membeli barang dengan harga pasar yang diduduki oleh entitas Yahudi.
Tidak hanya pada standar itu . Persoalan Palestina paling banyak permasalahan yang ditulis dalam berbagai tulisan dan buku, dan paling resolusi internasional yang dikeluarkan, paling banyak permasalahan yang hadir dalam berbagai media dan berita, lebih banyak permasalahan yang di dialogkan dalam berbagai pertemuan, konferensi dan forum, demonstrasi-demonstrasi, condemnations dan ancaman, dan juga yang terbesar penyebab dipalsukannya fakta dan bertebarannya keraguan, isu dan kedustaan, dan Kepadatan penduduk terbesar yang ada di Jalur Gaza, dan wolayah terbanyak yang pohon-pohon berbuah yang dihancurkan, daerah yang banyak larangan terhadap kebebasan mobil angkutan umum, daerah yang paling banyak di seluruh dunia yang sekolahnya macet, daerah yang paling sulit untuk mengangkut para pelajar ke sekolah-sekolah di seluruh dunia, daerah paling banyak terdapat halang lintang militer dan pemeriksaan dalam satu kawasan di dunia, dan banyak lembaga-lembaga social dan badan amal yang ditutup, maka pada tahun 2007 entitas Yahudi telah metutup lebih dari 70 badan amal, setelah lebih dahulu dibekukan dan dicuri seluruh asetnya.
(Sumber: Dakwatuna.com)


